Header Ads

ad 1

Viktor Yeimo: Aksi tutup Freeport terus berlangsung media tidak lagi liput

Demo aksi menuntut pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.
PacePapushare - Bebera pekan lalu media-media mainstream maupun lokal main rame (gila) memberitakan tentang sandera di Tembagapura, Papua. Berita hoaxpun jadi trending topik, secara logika semua itu hanya dilakukan oleh aparat untuk menyatakan ke Amerika bahwa kami masih eksis menjaga Freeport (cari perhatian dan bisnis) karena kenyataanya dilapangan menyatakan bahwa TPN-OPM tidak main sandera satupun terhadap warga apa lagi sesama orang Papua sendiri.

Dan setelah sandiwara aparat Indonesia, warga Papua dan peduli kemanusiaan dan hak asasi manusia terus melakukan aksi demo untuk Freeport di tutup, karena Freeport diklaim penyebab kekerasan dan pembunuhan terhadap hak ulayat (pemilik tanah Papua, Orang Papua) namun media pada kemana sekarang tentang aksi tutup Freeport?

Viktor Yeimo menyatakan Aksi tutup Freeport, dengan sadar terus berlangsung. Beberapa waktu terakhir, sengaja media Indonesia tidak lagi meliput aksi tutup Freeport yang dilancarkan rakyat sipil maupun militer Papua Barat, di Nemangkawi, Tembagapura.

Dan Tentara Pembebasan Papua Barat (TPNPB) sesuai janjinya masih terus melancarkan serangan, agar Freeport tidak beroperasi, serangan masih berlangsung.  Tanggal 11 dan 12 Desember 2017, di sepanjang mile 60-61, bus karyawan maupun TNI-Polri diberondong senjata.

TPNPB jelas, tujuannya agar tidak boleh lagi ada aktivitas penambangan perusahaan milik kolonial Indonesia dan imperialis Amerika Serikat itu, dan aksi militer TPNPB ini masih bertahan hingga melewati satu bulan lebih, kata Viktor.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.