Header Ads

ad 1

Urat malu putus, 10 hal pembohongan publik Indonesia soal konflik bersenjata

Puron Wenda
PacePapushare - Secara jujur sebagai manusia yang punya etika sosial pasti kita akan mengakui dan menyatakan sebenarnya apa yang sedang terjadi Konflik bersenjata Tembagapura areal PT Freeport Indonesia. Ini bukan karena semata-mata soal kesejahteraan, pembangunan, sumber daya manusia, kesehatan dan yang lainnya yang belum mempunyi di tanah Papua namun sepatutnya kita harus mengakui itu sebagian dari politik perjuangan Papua Merdeka, keluar dari Indonesia. Namun, apa bisa dikata, media nasional maupun lokal selalu tidak aktual tidak fakta, tidak sesuai yang sedang terjadi di tanah Papua, dan itu bukan kali ini saja, namun sejak Papua mulai ingin dianeksasi dalam Indonesia sudah diatur sedemikian rupa.

Ini adalah sebagian penipuan itu sedang dilanjutkan dan sedang terjadi di tanah Papua. Konflik bersenjata Tembagapura areal PT Freeport Indonesia belum selesai, Konflik bersenjata kerap terjadi tanpa siapapun menduga di Bumi Amungsa. Ada yang bilang itu KKB bahkan menyebut OPM. Penembakan-penembakan yang terjadi di araeal PT Freeport Indonesia bukan sehari, seminggu, sebulan atau setahun, ini sudah bertahun-tahun namun tetap saja sama untuk pemberitaan dan mengklaim hal-hal dari konflik-konflik persenyataan ini dengan tidak tepat.

Hal -hal ini secara terang-terangan sudah pembohonagan publik besar-besaran dalam pemberitaan atas apa yang sebenarnya terjadi Konflik bersenjata Tembagapura areal PT Freeport ini. Semua pemberitaan ini hanyalah istikma untuk menyudutkan perjuangan TNPB- OPM Makodam III Tembagapura, Timika dibawa pimpinan Jack Millian Kemong. Dirangkum dari wartaplus.com sesuai laporan wawancara salah satu staf TNPB- OPM Makodam III.

Saat ini anda ada dimana?

Saya ada di medan tempur wilayah Tembagapura , saya mau tanggapi pembertitaan TV yang dikeluarkan mengenai penyanderaan 300 ribukah, 300 masyarakat kah. Itu berita palsu. Masyarakat semua ada dibelakang saya, masyarakat semua aman.

Berita Payanderaan?

Itu palsu semua, saya di medan kok semua anggota saya disini. Kami tidak menyandera satu orangpun disini. Itu tidak ada, kosong kok.

Intimidasi warga?

Itu tidak ada

Ada berapa kampung disana?

Disini ada 8 kampung terbesar dan masyarakat disini mereka semua dalam konsisi baik dan aman. Hanya mereka pasang telinga dan siap-siap mengikuti dan mendengar perkembangan yang sedang terjadi di areal PT Freeport yang kami sedang tembak menembak ini, yang sedang terjadi, Mereka hanya mendengar dan mengikuti saja..

Lalu pemerkosaan seorang Ibu?

Saya mau klarifikasi yang dipublis media. Itu bukan dilakukan oleh anggota TPN-OPM itu pihak ke tiga yang dipakai untuk merusak nama baik TPN-OPM. Dan untuk merusak TPN. Saya sudah cek semua prajurit saya.

Lalu perampasan?

Itu ada pihak ketiga ikut kami mengambil video, sehingga pasukan saya melampiaskannya kepada masaayarakat, dan itu saya sudah tegur dan juga uang yang diambil dari masyarakat non Papua, dan uang sudah kami kembalikan uang Rp 100 juta kepada pemiknya.

Bagaimana keadaaan masyarakat disitu?

Saya sudah masukan surat dan bunyi surat sudah saya katakan kepada pihak TNI-Polri bahwa masyarakat pribumi maupun non Papua yang berada diwilayah 8 kampung yang ada, kami sama-sama menjaga aktifitas mereka . Mereka boleh bebas mencari, boleh bebas keluar masuk. TNI, Polri, TPN-OPM punya telur itu rakyat, jadi kami sama-sama jaga rakyat, Itu poin pertama. Poin kedua saya minta kepada TNI-Polri jangan lakukan tindakan brutal sampai dengan menghilangkan nyawa rakyat pribumi Papua Barat. Apabila hal itu terjadi maka rakyat non Papua akan saya balas. Suarat ini sudah saya berikan kepada TNI-Polri. Dan sudah saya bagikan ke 8 kampung.

Apa Tuntutan TPN-OPM?

Bukan tuntut uang, bukan ekonomi. Tapi menuntut kedaulatan, kemerdekaan pengakuan terhadap bangsa Papua.

Mengapa sasaran harus Freeport?

Karena Freeport adalah akar masalah integrasi Papua masuk kedalam wilayah NKRI. Kerena kepentingan Freeport dia menghasilkan New Yor Agreement, Dari kong kali kong ini menghasilkan Pepera 1969..

Sikap TPN-OPM?

Sikap TPN-OPM tetap akar masalah harus dihancurkan, kami tidak akan lipat tangan.Kami akan lawan dan lawan.

Benarkah warga kelaparan?

Penduduk disini ada kebun yang kekurangan itu beras say akui itu benar. Cuma kalau hendak warga belanja diatas (Mile 68) masyarakat bebas kesana. Tapi oleh pihak TNI-Polri diatas mereka diperiksa dan ditanya-tanyai. Ditanyakan beli makanan buat siapa, mau kasih malam siapa. Akses ke Mile 68 sebenarnya aman tapi pihak TNI-Polri suruh kembali. Tidak ada yang mengganggu masyarakat disini kok. [Roberth]

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.