Header Ads

ad 1

Pak Jokowi, Tidak Ada Penyanderaan 1.300 Warga di Banti, Tembagapura

The members of  West Papua NAtional Liberatiom Army in Tembagapura, West Papua November 2017
PacePapushare - Laporan terkini langsung dari Tembagapura West Papua pada tanggal 9 November 2017 pukul 5 Sore Waktu Papua Barat, terkait isu penyanderaan di Banti dan Kembeli yang mana telah di sebar luaskan di beberapa media online.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) melalui kurir telah melaporkan kepada Jubir TPNPB bahwa berita tentang 1000 warga Masyarakat Asli Papua dan 300 Warga Masyarakat dari Toraja, Sulawesi di sandera oleh TPNPB-OPM di Banti dan Kembeli Tembagapura, Papua itu sangat tidak benar.

Kami sudah sampaikan sebelumnya bahwa musuh kami bukan dengan Masyarakat civil, tetapi musuh kami adalah Militer dan Polisi Indonesia, kata Komadan Lapangan melalui telepon selulernya kepada Awak Lokal Komnas TPNPBNews tadi sore pukul 5:30, langsung dari Tembagapura Papua Barat.

Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) telah mengatakan bahwa benar kami larang masyarakat jangan pengungsi ke Timika, karena yang perintahkan untuk masyarakat harus mengungsi itu tindakan Militer dan Polisi Indonesia, dengan tujuan hendak melakukan Operasi Militer besar-besaran.

Hubungan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dengan masyarakat di Banti dan Kembeli harmonis dan baik-baik saja, dan aman terkendali.

Masyarakat tetap aman dan tidak ada masalah karena musuh kami adalah Militer dan Polisi Indonesia, oleh karena itu kami tetap akan lawan dengan Militer dan Polisi Indonesia.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit mengatakan bahwa 1,300 Warga di sandera Oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) itu sangat bohong.

Bapak-Bapak Pimpinan Tentara dan Polisi Indonesia jangan cari kebenaran dengan cara yang curang melalui publikasi berita propaganda murahan.

Kami Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat sangat paham dan mengetahui bahwa cara para Pimpinan Militer dan Polisi Indonesia adalah mencari legitimasi dengan tujuan untuk salahkan kami, tetapi kami tidak sebodoh itu. Kami tahu benar tindakan militer yang paranoia, dan selalu melakukan propaganda murahan untuk provokasi public.

Kendati demikian, kami tetap sampaikan bahwa tuntutan kami jelas yaitu angkat senjata dan berjuang hanya untuk Hak Politik Penentuan Nasib Sendiri.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami Tentara Pembebasan NAsional Papua Barat (TPNPB-OPM) sampaikan kepada Kepala Polisi Indonesia di Papua dan juga kepada Panglima Daerah Militer Indonesia di Papua tiga hal, yang merupakan pernyatan Resmi.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) dengan tegas menyatakan bahwa,

  1. Dengan alasan apapun kami sama sekali tidak sandera warga civil di sini, di Banti dan di Kembeli, Tembagapura West Papua;
  2. Kami Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) menolak dengan tegas atas segala macam stikma yang di sampaikan oleh Pimpinan Polisi dan Tentara Indonesia yang selalu lontarkan kepada kami TPNPB-OPM;
  3. Kami Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) Siap perang untuk lawan Pasukan Tentara dan Polisi Indonesia sampai Papua Merdeka.

Ini laporan terkini dari Tembagapura, West Papua. Demikian, laporan dan pernyataan ini kami buat dan sampaikan kepada publik sesuai fakta dan situasi keamanan masyarakat di Banti dan Kembeli, Tembagapuara West Papua.

Terima kasih atas perhatian Anda!
Translated, edited and published by,
Sebby Sambom
Spokesperson of TPNPB
West Papuans Human Rights Defender
Former West Papuan Political Prisoner
Source ssambom

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.