Header Ads

ad 1

Fakta kronologis pembunuhan terhadap Theresia di PLTD Waena

Polisi dan warga sedang berkerumunan melihat kasus pembunuhan yang terjadi terhadap Theresia Lampyiopar di depan PLN Waena (19/5) - Foto/NiestaFb
PacePapushare - Kronologis kasus pembunuhan yang terjadi terhadap Theresia Lampyiopar di depan PLN Waena Jumat Pagi (19/5) pukul 05.40 WIT.

Pelaku pembunuhan seorang lelaki asal Tanimbar, Maluku Tenggara dan istrinya (korban) asal Jawa, di depan PLTD Waena.

Berikut cuplikan kesaksian seseorang yang berada di lokasi pada saat kejadian.

"saya itu saya berada dekat, saya lihat perempuan dia jalan pelan-pelan di arah kiri dekat kompleks PLTD menuju ke arah RS Dian Harapan. Tidak lama menyusul seorang pria dengan motor sambil mendekat ke perempuan, laki-laki itu bicara, 'mari kita jalan dulu, kita jalan sebentar saja'. Jawab perempuan, 'saya tidak mau, saya mau kerja pagi ini'. Perempuan berjalan terus, sang pria mendorong motornya mengikuti perempuan dan kembali minta agar perempuan itu ikut dengannya. Kira-kira ada 3 kali pria itu ajukan permintaan, tetapi perempuan tetap menolak dengan alasan masih mau kerja. Tidak lama lakilaki itu turun dari motor, mencegat perempuan, berusaha merampas handphone di tangan perempuan tetapi perempuan itu berusaha menahan. Lalu sekejap sang pria mencabut pisau dari balik baju dan menikam perempuan berkali-kali dan mendorongnya jatuh ke parit".

Melihat perempuan mulai ditikam, saya takut dan lari bersembunyi tapi masih dengar suara perempuan berteriak beberapa kali lalu hilang. Setelah itu saya lihat laki-laki kembali naik ke motor dan lari ke arah atas Perumnas III. Setelah pria itu pergi, saya kembali ke arah parit dimana perempuan itu rebah, saya lihat dia sudah tidak bernyawa. Saya lari menemui kawan yaang sedang ke lokasi, saya sampaikan tentang kejadian barusan. Tidak ada dua orang pelaku seperti pernyataan polisi itu, satpam rumah sakit masih jauh, saya yang dekat sekali dan bisa dengar percakapan mereka. Pria itu berkulit hitam memang, tidak beda jauh dengan suaminya yang ketiga yang asal Tanimbar itu. Perempuan ini saya tahu, dia sudah kawin cerai 3 kali. Dari cara mereka bicara pagi itu, kelihatan mereka dekat, punya hubungan khusus, kedengaran macam jl sedang tidak baku senang. Bisa jadi laki-laki itu marah atau cemburu baru bunuh? Karena dari pembicaraan begitu. Jadi apa yg polisi sampaikan bahwa dirampok itu tidak betul.

Inilah kutipan kesaksian dari seseorang yang melihat dekat pembunuhan di PLTD Waena. Kondisi jenasah yang mengalami 12 luka tusukan, menandakan pembunuhan dengan motif dendam amarah yang dahsyat, bukan karena pencurian atau perampokan.

Mari desak polisi harus bisa mengungkap jelas dan terang-benderang, siapa pelaku dan apa motifnya. Kebenaran, keadilan harus ditegakkan.

Mohon disebar ke petinggi negeri ini, Gubernur, Walikota, DPRP, DPRD, tokoh masyarakat supaya mendesak polisi kerja dengan serius dan ungkap jelas peristiwa pembunuhan itu supaya menghilangkan stigma yang sudah terlanjur mengurat-akar menuduh Orang-orang Papua dari suku tertentu atau organ tertentu sebagai pelaku satu-satunya dari segala peristiwa kriminalitas dan kekerasan di kota Jayapura.

Cacatan : Nesta Ones Suhun 25 Mei pukul 16:42.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.