Header Ads

ad 1

Dubes AS Jawab Isu Soal Freeport dan Papua di Unsrat

Dubes Amerika Serikat, Brian McFeeters memberikan ceramah umum di Unsrat, Manado (GATRAnews/Ady Putong)
Manado, PacePapushare — Persoalan seputar hak asasi manusia (HAM) dan perusahaan pertambangan Freeport di Papua jadi salah satu isu sentral yang digelindingkan mahasiswa di Manado, Sulawesi Utara, terhadap Duta Besar Amerika Serikat, Brian McFeeters. Hal tersebut terjadi saat Charge d’Affaires United States Embassy itu bertandang ke kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Rabu (2/11).

Maximus Watung SH, salah satu mahasiswa pasca-sarjana Fakultas Hukum Unsrat tampil dan menanyakan pada Brian McFeeters menyangkut konsern pemerintah Amerika terhadap Freeport yang berlokasi di Papua. Bukan apa-apa, kata Maximus, karena Freeport adalah perusahan penambang yang berasal dari Negeri Paman Sam.

“Ini juga saya rangkaikan dengan tanya menyangkut masalah-masalah pelanggaran HAM di Papua, apakah pemerintah Amerika memperhatikannya,” kata dia, seraya menyebut pertanyaan itu mewakili sejumlah mahasiswa Papua yang mengenyam pendidikan tinggi di Unsrat.

Untuk persoalan Freeport, Brian membenarkan berasal dari negaranya. Setahu dia perusahaan itu mempekerjakan 30.000 tenaga kerja, namun tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah AS. “Freeport adalah perusahaan swasta, tidak ada hubungannya dengan kami, soal urusan Freeport dengan Indonesia kami kira itu adalah hubungan antara perusahaan dan pemerintah Indonesia,” sebutnya.

Terkait HAM, menurut dia setiap tahun pemerintah Amerika menerima laporan-laporan masalah itu dari berbagai negera, termasuk Indonesia. Laporan dimaksud disusun secara objektif agar mereka bisa mengetahui kondisinya secara komprehensif. “Kami mendorong agar isu-isu HAM terus didukung,” tandas Brian.

Kedutaan Amerika berkunjung ke Unsrat untuk melakukan kuliah umum bertema agenda pemilihan presiden di negara mereka. Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum dan staf pengajar hadir dalam pertemuan itu. Usai Brian menjelaskan sistem pemilihan politik di negaranya, berbagai pertanyaan segera diajukan oleh para mahasiswa.

Mereka menanyakan tentang peluang program pendidikan yang bisa dibiayai oleh pemerintah Amerika hingga isu-isu sentral menyangkut hubungan diplomatik, kepedulian terhadap lingkungan hingga masalah kemajemukan.

Unsur pimpinan Fakultas Hukum Unsrat, Ralfie Pinasang, menegaskan perhatian US Embassy terhadap dunia pendidikan tinggi di Manado. Pilihan mengunjungi Unsrat diyakininya menunjukkan Amerika bisa memberi keleluasaan pada putra-putri daerah yang akan berstudi di sana. “Ini baru pertama kali dan kami merasa bangga,” kata Ralfie.

Sumber : gatra.com

1 komentar:

  1. saya ibu irma seorang TKI DI SINGAPURA pengen pulang ke indo tapi gak ada ongkos sempat saya putus asah apalagi dengan keadaan susah gaji itupun buat biaya anak sekolah di kampung sedangkan hutang banyak sama majikan kebetulan saya buka-bukan internet mendapatkan nomor MBAH SERO katanya bisa bantu orang melunasi hutang melalui jalan togel dengan keadaan susah dan saya sudah bingun tidak mendapat solusi gimana cara untuk membayar hutang terpaksa saya hubungi MBAH dan minta angka bocoran karna di SINGAPURA ada pemasangan togel angka yang kemarin di berikan 4D ternyata betul-betul tembus 100% alhamdulillah dapat Rp.250.juta dalam bentuk uang indo dan saya sudah bisa melunasi hutang Rp.50.juta sama majikan sisanya rencana mau pulag kampung untuk buka usaha saya bagi saudarah-saudarah di indo maupun di luar negeri apabila punya masalah hutang sudah lama belum lunas jangan putus asah beliau bisa membantu meringankan masalah lansung hubungi nomor hp (-082-370-357-999-) MBAH SERO demikian kisah nyata dari saya tampah rekayasa atau silahkan buktikan sendiri..

    BalasHapus

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.