Header Ads

ad 1

DPR Papua : Sekarang ini orang dari luar Papua bebas masuk Papua begitu saja

Arus migrasi masuk ke Papua semakin tinggi seiring sarana transportasi yang semakin lancar - Dok. Jubi
Jayapura, PacePapushare - Pihak DPR Papua akan berupaya mendorong pengesahan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) Pengendalian Penduduk di Papua.

Anggota Badan Pembentukan Perdasi/Perdasus (BP3) DPR Papua atau yang dulunya bernama Badan Legislasi (Baleg), Emus Gwijangge mengatakan, pihaknya akan berupaya mendorong Raperdasi Pengendalian Penduduk tersebut disahkan dalam paripurna non APBD ketika sidang pembahasan APBD Induk Papua 2017 yang rencananya digelar beberapa waktu mendatang.

"Raperdasi ini perlu karena sekarang ini orang dari luar Papua bebas masuk Papua begitu saja. Tidak hanya lewat jalur laut, namun juga udara. Makanya perlu ada aturan yang mengendalikan masuknya penduduk ke Papua," kata Emus, Selasa (1/11/2016) petang.

Menurutnya, kebanyakan orang dari luar Papua masuk ke provinsi paling timur Indonesia itu tanpa tujuan jelas. Jika kondisi itu terus terjadi, akan membeni pemerintah daerah.

"Terkadang orang masuk ke Papua ini tanpa tujuan pasti. Rencananya dalam beberapa hari kedepan, kami akan melakukan harmonisasi Raperdasi Pengendalian Penduduk itu," ucapnya.

Katanya, jika Raperdasi itu nanti disahkan, Papua bukanlah provinsi pertama yang melakukan pengendalian penduduk. Beberapa wilayah di Indonesia telah melakukan hal itu. Misalnya saja Yogyakarta dan Batam, Kepulauan Riau.

"Beberapa waktu lalu kami BP3 DPR Papua studi banding ke dua daerah itu. Di Yogya misalnya, disana ada dua identitas kependudukan. Yang satu berupa surat ijin tinggal sementara dan lainnya berupa KTP untuk penduduk tetap. Pemerintah Yogya tak begitu saja menerbitkan KTP. Di Batam, orang yang datang tanpa tujuan jelas, diberikan ijin tinggal tiga hari. Setelah itu akan dipulangkan," katanya.

Sementara Wakil Ketua Komisi V DPR Papua yang membidangi kependudukan, Nioulen Kotouki mengatakan, pesatnya arus penduduk masuk ke Papua, membuat orang asli Papua kian tersingkir.

"Ruang gerak orang asli Papua kian sempit. Hampir berbagai sektor kini dikuasi orang dari luar Papua. Pengendalian penduduk perlu untuk memproteksi orang asli Papua," kata Nioulen.

Gubernur Papua, Lukas Enembe beberapa waktu lalu juga menyatakan, dalam beberapa waktu terakhir, terjadi imigrasi besar-besaran ke Papua. (*)

Sumber: tabloidjubi

1 komentar:

  1. saya ibu irma seorang TKI DI SINGAPURA pengen pulang ke indo tapi gak ada ongkos sempat saya putus asah apalagi dengan keadaan susah gaji itupun buat biaya anak sekolah di kampung sedangkan hutang banyak sama majikan kebetulan saya buka-bukan internet mendapatkan nomor MBAH SERO katanya bisa bantu orang melunasi hutang melalui jalan togel dengan keadaan susah dan saya sudah bingun tidak mendapat solusi gimana cara untuk membayar hutang terpaksa saya hubungi MBAH dan minta angka bocoran karna di SINGAPURA ada pemasangan togel angka yang kemarin di berikan 4D ternyata betul-betul tembus 100% alhamdulillah dapat Rp.250.juta dalam bentuk uang indo dan saya sudah bisa melunasi hutang Rp.50.juta sama majikan sisanya rencana mau pulag kampung untuk buka usaha saya bagi saudarah-saudarah di indo maupun di luar negeri apabila punya masalah hutang sudah lama belum lunas jangan putus asah beliau bisa membantu meringankan masalah lansung hubungi nomor hp (-082-370-357-999-) MBAH SERO demikian kisah nyata dari saya tampah rekayasa atau silahkan buktikan sendiri..

    BalasHapus

Gambar template oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.