Header Ads

ad 1

Rakyat Wamena menolak dengan tegas penyelesaian pelanggaran HAM oleh Wiranto

Warga Wamena saat mendengarkan orasi penolakan terhadap penyelesaian pelanggaran HAM oleh Menkopolhukam Wiranto di Balim - Foto/Rendy
Wamena, PacePapushare - Rakyat Balim di Wamena menolak dengan tegas penyelesaian pelanggaran HAM versi pemerintah yang dikoordinir oleh Menkopolhukam Wiranto.

Balim 13 Oktober 2016, peryataan tegas rakyat Jayawijaya ini disampaikan oleh Rendy Wetapo secara tertulis, Rendy mengatakan organisasi perjuangan yang terkait dengan program Menkopolhukam Wiranto untuk penyelesaian pelangaran HAM di Papua dengan cara mufakat dengan keluarga korban dari Tahun 1976, 1977, 1978 dan sampai sekang dengan bayar perkepala sesuai keputusan pemerintah dan utusan Menkopolhukan datang bertemu dengan keluarga korban HAM tersebut kami rakyat Wamena menolak dengan tegas, kami minta merdeka bukan bayar membayar nyawa orang yang telah tewas, tegas Wetapo.

Rendy juga menyampaikan ada beberapa point pernyataan, dalam pernyataan tersebut yang pertama, utusan Menkopolhukam Linus Hiluka Toko OPM/TAPOL datang ketemu dirumah saya, mereka mengatakan kami akan membayar sejumlah pelangaran HAM di Papua dari Tahun 1977, sampai dengan sekarang namun saya sampaikan tututan keluarga korban minta merdeka dan tidak minta uang.
Yang kedua,  Nikolaus Meaga perwakilan fraksi WPNCL wilayah Lapago menyatakan dengan tegas kami tidak minta bayar kepala tapi kami keluarga korban minta merdeka kami minta dengan tegas dan tolak.

Yang ketiga Domingus Sorabut perwakilan NFRWP Dewan Adat Papua utusan dari Menkopolhukam mereka datang ketemu saya dan menyatakan mekanisme penyelasian pelangaran HAM di Papua  dengan mufakat dan bayar kepala kepada keluarga korban, dan saya atas nama Dewan Adat Papua, siapapun yang datang kami tolak korban dari tahun 1965, 1977, dan terakhirnya Hubertus Mabel dan untuk membayar Opinus saya sudah serakan kepada dewan PBB untuk masyarakat pribumi.

Yang keempat Rendy dengan tegas menghimbaukan sesuai dengan pernyataan Agus Kossay perwakilan dari KNPB bahwa utusan dari mereka itu akan datang ke keluarga untuk selesaikan, dan hal apapun kepada keluarga korban mereka akan datang, dan saya mengingatkan badan pengurus KNPB pusat maupun wilayah kontrol ke rakyat dan sampaikan kami mau merdeka tidak minta uang. [AN]

1 komentar:

  1. Menbayar nyawa dan semudah itu masalah selesai, heehe... apa kami orang Papua itu binatang kha?? NKRI diisi dengan manusia pembunuh, tak punya pri kemanusiaan.

    BalasHapus

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.