Header Ads

ad 1

Benny Wenda: Jakarta selalu berteriak ketika masalah Papua diangkat dikanca Internasional

Foto: bennywenda.org
PacePapushare - Indonesia didesak untuk membuka akses ke Papua Barat, menyusul lonjakan kekhawatiran tentang pelanggaran hak asasi di Papua dari sidang umum PBB.

Beberapa hari yang lalu, pemimpin sejumlah negara di Kepulauan Pasifik menimbulkan kekhawatiran di sidang umum PBB tentang pelanggaran hak asasi manusia yang diduga melawan Papua Barat.

Beberapa pemimpin juga menyerukan pengakuan yang tepat untuk Papua pada aspirasi menentukan nasib sendiri.

Sebagai tanggapan, pemerintah Indonesia mengatakan negara-negara berbicara karena kurang memahami tentang Papua.

Jakarta juga mengklaim beberapa negara Pasifik telah mendukung kelompok-kelompok yang melakukan terorisme di Papua.

Jurubicara Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda mengatakan itu adalah respon khas defensif Jakarta setiap kali dukungan internasional untuk hak-hak orang Papua muncul.

"Mereka selalu berteriak. Bahkan di London, jika kita mengadakan acara di London, pertemuan parlemen, dalam setiap bagian dari dunia, mereka selalu berteriak," katanya.

"Dan bagi kami, itu bukan hal baru. Jadi saya pikir waktu (telah datang) bagi pemerintah Indonesia untuk membuka akses ke Papua Barat."

Sejak tahun lalu, pemerintah Indonesia telah membuat beberapa langkah untuk memberikan lebih banyak akses ke Papua bagi jurnalis asing.

Namun ia mempertahankan pembatasan akses bagi kemanusiaan dan hak-hak organisasi internasional seperti Komite Internasional Palang Merah dan Amnesty International terkemuka.

Jakarta juga menunjukkan ke Forum Kepulauan Pasifik yang tidak akan menerima permintaan organisasi regional untuk memiliki perjalanan misi pencari fakta ke Papua untuk memastikan informasi tentang HAM Papua. [RS/RNZ]

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.