Header Ads

ad 1

Canberra: Laporan Papua Barat diberhentikan

Papuan fisherman prepares his line, Lake Sentani. Photo: RNZ / Koroi Hawkins
PacePapushare - Klaim oleh Canberra Bahwa nasib orang Papua Barat Meningkatkan di wilayah Indonesia adalah palsu, Menurut laporan misi pencari fakta sebuah Gereja Katolik Australia.

Misi pada bulan Februari oleh Komisi Keadilan dan Perdamaian Katolik di Brisbane telah menghasilkan sebuah laporan yang disebut 'Kami Akan Menurunkan Semuanya'

Peter Arndt, WHO memimpin tim pencari fakta, mengatakan orang-orang pribumi menegaskan bahwa mereka bertemu situasi hak asasi manusia dan itu tidak meningkatkan sisa-sisa lingkungan yang sulit.

"Dengan rutin pasukan keamanan menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk menjaga orang-orang dan ingin mengekspresikan terutama tentang pandangan politik mereka untuk menentukan nasib sendiri, di teluk," Katanya.

Berikut perjalanan terakhirnya ke Papua Barat, Mr. Arndt Katanya, pergi ke Jakarta dan dimana saya mencoba membuat untuk berbicara dengan seorang pejabat dari Kedutaan Besar Australia, untuk melaporkan apa yang Timnya sudah ditemukan di Papua.

"Tapi untuk beberapa alasan janji saya dibatalkan 45 menit sebelum itu karena akan diadakan."

Peter Arndt Katanya, mengharapkan bahwa laporan yang sedang progresif diluncurkan di sekitar Pasifik, akan mengarah pada pemahaman yang lebih besar dari apa yang terjadi di Papua Barat.

Beberapa orang Papua hidup di wilayah mereka telah meningkat signifikan, dibandingkan dengan tahun di bawah pemerintahan Presiden Indonesia Soeharto jatuh pada tahun 1998 WHO.

Tetapi proporsi Papua Barat dengan populasi keseluruhan wilayah mereka menurun daripada migran non-Papua dan itu cepat meningkat secara teratur, melalui sistem transmigrasi negara- difasilitasi.

Mr Arndt menjelaskan, Bahwa di Papua ia telah menyatakan dengan sangat khawatir bahwa mereka akan terus menjadi sangat ekonomis dan sosial yang sangat kecil.

"Jadi Mereka ingin orang mendengar cerita mereka dan putus asa mereka (orang Papua)," katanya, "dan untuk mengambil tindakan efektif untuk mengubah situasi di Papua Barat itu sebelum terlambat bagi mereka." [MF/RNZ]

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.