Header Ads

ad 1

Siapa yang pantas, untuk apa orang Papua dan tanah Papua itu ada?

foto/florrykoban.com
Demi Rakyat dan Bangsa Papua,
Kami Mahasiswa akan terus berjuang, hanya untuk
 kesadaran rakyat Papua Barat. Biarkan rakyat memahami dan menentukan nasib sendiri sebagai solusi Demokratis.
 (Sonny Dogopia)

Satu hal yang sangat tidak mungkin itu seperti begini, Coba ko bilang za anak Jawa, yang ada mereka pikir anak ini  gila ka apa?

Mereka sudah melakukan tentang menjaga Ras dan Budaya dan itu mereka tidak mungkin berkata kami mencuri budaya ini untuk jadikan budaya kami, itu sangat lelucon dan mustahil. Tuhan sang pencipta sudah tempatkan orang Papua di tanah Papua dengan segalah isinya juga merekapun demikian di tanah leluhur mereka dan orang Papuapun tidak berhak merampas, berkuasa punya mereka.

Satu hal yang perlu disadari generasi Papua adalah jangan pernah ikutan menjadi-jadi orang lain tetapi jadilah diri sendiri dengan mempertahankan harga diri dan ideologi orang Papua. (Wandikbo BL, Mahasiswa)

Kebanyakan anak Papua suka yang malas-malasan, jika ditegur tentang kebaikan seolah perkataan itu berkata kepada siapa, malas tahu, epen deng ko, ko yang kasih jamin za ka, za pu hidup mo, dikasih gula mau saja. Lalu kapan anak Papua itu mandiri tidak ikut-ikutan?

Jangan bodoh, coba anda bayangkan perkataan Ali Murtopo dan Luhut Binsar Pandjaitan, ketika anda memahami kalimat ini maka anda akan mengerti tentang yang terjadi di tanah Papua.

Kalau orang Papua mau merdeka, silakan cari pulau lain di Pasifik untuk merdeka. Atau minta orang Amerika untuk menyediakan tempat dibulan bagi orang-orang Papua menempati disana”. (Ali Murtop Pada Tahun 1966). Kemudian belakangan baru-baru ini  muncul heboh dengan perkataan Luhut Binsar Pandjaitan “Sudah pergi ke Melanesia saja, tidak usah tinggal di Indonesia lagi”. (Luhut Binsar Pandjaitan, 19/02/2016). Seolah Papua itu punya nenek moyang mereka (Orang Melayu).

Artinya mereka tidak memperhitungkan budaya, harga diri dan ideologi orang Papua tetapi mereka berpikir kekuasaan dan kekayaan alam yang ada di Papua. Orang Papuanya tidak diperhitungkan, buktinya mereka suruh ke Pasifik, ke langit, ke Melanesia. Lalu tanah Papua itu siapa yang ditempatkan disana dan untuk siapa  Tuhan jadikan pulau Papua, apakah untuk orang melayu, kalau ia kenapa ada orang Papua (Melanesia) di Papua sejak Tuhan menciptakan langit dan bumi?

Lalu kenapa Ali Murtop dan Luhut Binsar Pandjaitan berani berkata demikian, apakah Tuhan Allah yang menyuruh mereka berkata demikian? Tidak sobat hanya kekuasaan semata sesaat saja, karena secara tidak langsung iblis bekerja kepada penguasa-penguasa agar manusia di dunia ini menjadi berantakan dan jatuh dalam dosa duniawi. Mereka juga tidak sadar perbuatan mereka adalah neraka bagi mereka namun iblis menunjukan kenikmatan, kekuasaan dan kesombongan maka mereka tidak peduli apa yang mereka lalukan adalah lubang raksasa bagi mereka.

Saatnya generasi mudah Papua untuk tidak menutup mata, siapa yang akan menjaga budaya, harga diri, ideologi, alam Papua dll. Karena mereka datang di Papua hanya untuk kekayaan alam dan menghilangkan ras orang Papua dengan berbagai macam cara mereka hanya karena kekuasaan dan takut kehilangan kehidupan susah didaerah mereka.

Orang Papua itu hebat! tidak miskin, tidak susah, tidak takut hidup akan susah dan cari jalan keluar Papua, tidak seperti mereka datang ke Papua. “ Kami tidak pernah mencari makan diluar Papua tetapi merekalah yang datang mencari makan di tanah kami(Theys Eloay). Maka janganlah menutup matamu karena mereka akan bebas menguasaimu. (MF)

Penulis Naska : Yonatan Naen, Mahasiswa.

3 komentar:

  1. FREE WEST PAPUA..SALAM REVOLUSI..

    BalasHapus
  2. Betul sekali orang Papua Saatnya Maju dan Lawan Sampai Akhir Papua Merdeka.
    "jangan pernah ikutan menjadi-jadi orang lain tetapi jadilah diri sendiri dengan mempertahankan harga diri dan ideologi orang Papua". (Wandikbo BL, Mahasiswa) Keren.

    BalasHapus

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.