Header Ads

ad 1

Luhut Mau Selesaikan Kasus HAM Papua: Mimpi Atau Lelucon…?

Marthen Goo (Aktivis Kemanusiaan) 
“…Stop Tipu Sudah!...”

Ditilis oleh: Marthen Goo (Aktivis Kemanusiaan)

Kita orang Papua, tentu sangat kaget dengan mendengar pernyatan Luhut B.P (Menkopolhukam RI) yang menegaskan “Masalah HAM di Papua sangat penting untuk dituntaskan, ada enam belas kasus yang dikategorikan harus diselesaikan, dan saya sudah pelajari itu” dan “Nanti penyelesaiannya kita bikin transparan dengan mengundang berbagai elemen di Papua, termasuk gubernur untuk ikut di dalamnya", seperti yang dirilis tanggal 28 Maret 2016, http://www.rappler.com/indonesia/127397-â%80%8Eluhut-tuntaskan-kasus-pelanggaran-ham-papua), dan dibeberapa Media lain.

Ini pernyataan yang omong kosong model apa, atau pernyataan yang menipu orang Papua seakan dunia sekarang masih di abad ke 18…?
Luhut bilang mau selesaikan kasus HAM, tapi menyebutnya ada 16 Kasus HAM di Papua, sementara, kasus HAM di Papua sudah ribuan kasus. Apa dengan menyebutkan 16 kasus seperti itu, hanya sebuah pernyataan Penipuan agar dianggap masalah di Papua hanya ada 16 masalah, dalam konteks HAM….?

Ada 5 kasus Pelanggaran HAM luar biasa yang mendasar, yakni:

1. Pernyataan Soekarno di alun-alun Yogyakarta, 19 Desember 1961;
2. Penyerahan Papua dari UNTEA ke Indonesia 1963;
3. Masuknya PT. Freeport 1967 sebelum Pepera 1969;
4. Intimidasi saat Pepera 1969 dan Pepera sebagai skenario Negara;
5. Operasi Militer dari tahun 1962 sampai 1969.

Apakah 5 Kasus HAM Mendasar ini bisa diselesaikan oleh LUHUT dan JOKOWI (Menkopolhukam dan Negara)…?

Bagimana LUHUT dan Negaranya mau menyelesaikan kasus HAM, sementara soal sepeleh seperti Demokrasi saja ditutup, pada hal indikator utama pelanggaran HAM adalah Demokrasi…?

Bagimana Luhut dan Negara-nya mau selesaikan HAM di Papua, sementara semua Program Negara di Papua justru melanggar HAM dan Berpotensi besar atas kejahatan kemanusiaan…?

Pak Luhut (Menkopolhukam) dan Pak Jokowi (Presiden RI), Pernyataan seperti yang disampaikan Luhut tentang akan diselesaikannya kasus HAM ini, “Sangat Tidak Lucu! Itu juga bukan lelucon yang bisa dileluconi hanya sebatas sandiwara”. Jika bisa, hentikan menipu-nipu orang Papua. Tentu kita tidak lupa, janji Jokowi soal Pasar Mama-mama Papua saja, mama-mama ditipu oleh sang Presiden, apalagi mau selesaikan kasus HAM.

Kalau Negara yang namanya Indonesia, yang diduduki oleh Menkopolhukam yang bernama Pak Luhut, kemudian diduduki oleh Presiden yang bernama Jokowi memiliki sedikit saja hati soal kemanusiaan, maka, (1). cukup tepati janji bangun pasar Mama-mama Papua dan (2). Berdialog dengan ULMWP. Sedikit hati Menkopolhukam dan Presiden diuji dalam dua poin itu. Kalau tidak, hanya baku tipu saja, apalagi mau selesaikan 5 kasus HAM utama di Papua. (AN)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.