Header Ads

ad 1

Aparat TNI pawai sekeliling kota Wamena, masyarakat ketakutan dan merasa diteror

TNI dari batalyon Wim Ane Sili Wamena/BS foto
Wamena, PacePapushare - Diduga Polisi dan gabungan Tentara dari Batalyon Wim Ane Silih Wamena, dengan perlengkapan dan persenjataan lengkap Jalan Kaki Pawai di Wamena kota melakukan parade militer dengan menggunakan peralatan perang, dimana mereka keliling kota Wamena, Jumat (01/04/2016)
Menurut laporan, Militer Indonsia telah melakukan parade di publik, dengan tujuan untuk teror orang asli Papua di wilayah itu. Sehingga masyarakat asli ketakutan dan panik. Parade ini mereka lakukan dari siang sampai sore di kota Wamena, Papua. Dalam parade militer ini, mereka gunakan semua ruas jalan di kota Wamena dan pasukan Tentara Indonesia jalan berbaris dalam empat baris. Hal ini masyarakat sipil menganggap di daerah itu ada perang, sehingga mereka ketakutan yang luar biasa.
Laporan tersebut juga meyampaikan kepada dunia Internasiona bahwa tolong monitor atas situasi yang kami orang asli Papua hadapi ini (Kata activis HAM Wamena B.S) yang merilis laporan tersebut dari Wamena kepada Pembela HAM Papua, Jumat (01/03/2016) untuk bisa meninjak lanjuti.
Activis HAM dari Wamena juga melaporkan bahwa orang asli Papua di pedalaman Papua tidak aman, karena kehadiran aparat keamanan Indonesia dalam jumlah besar. Dan arogansi Aparat Keamanan Indonesia sangat berlebihan, sehingga kami orang asli Papua tidak bebas dan selalu hidup dalam ketakutan.
Menurut laporan tersebut juga mengatakan bahwa Tentara dan Polisi siaga dan berjaga di semua jalan di kota Wamena dengan senjata lengkap, sehingga masyarakat asli Papua tidak keluar rumah karena ketakutan.
Pernyataan dalam laporan itu, Hal ini kami alami setiap hari di Wamena, oleh karena itu kami harap dan mohon agar perlu ada perhatian oleh Masyarakat luas dan yang terutama oleh bekerja kemanusiaan Internasional dan lebih khusus oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Masyarakat di wamena juga mengatakan, Melihat kondisi yang demikian, maka kami rakyat Papua dengan tegas mendesak PBB agar segera gelar Referendum di Papua Barat supaya kami Merdeka dan hidup bebas di atas negeri kami. 
Mereka juga mengklaim, Parade Aparat Keamanan Indonesia di Wamena, Papua Bernuansa Teror Masyarakat Asli Papua. (AN)

1 komentar:

  1. Premanisme Terorganisir di Indonesia tidak hanya terjadi di pasar, terminal, di panggung politik atau di pemerintahan. Ternyata premanisme saat ini mulai tumbuh subur di dalam tubuh militer. Premanisme yang selama ini terjadi di masyarakat sudah sangat meresahkan dan menakutkan. Lebih dahsyat lagi bila premanisme terjadi di tubuh oknum militer akan menjadi mengerikan dan lebih bruital. Sehingga Parade publik yang di lakukan oleh TNI/POLRI di wamena tersebut semoga tidak bagian dari Latihan Premanisme untuk menakut-nakuti warga sipil di Wamena.

    BalasHapus

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.