Header Ads

ad 1

Tanpa Sebab, Mahasiswa Fisip Uncen Ditodong Senpi dan Ditangkap

Ilustrasi penculikan pelajar ... (Foto: Istimewa)
Jayapura, PacePapushare - Terjadi penangkapan dan penodongan senpi terhadap salah seorang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (UNCEN) atas nama Siefrid Suhuniap di Abepura jumat (14/03/2016) pada pukul 11.00 waktu West Papua.

Kejadian ini terjadi di Perumnas Tiga Waena disekitar perusahaan somel kayu tidak jauh dari terminal taksi atau putaran Waena.

Korban setelah pulang dari kampus ke asrama Yahukimo menganti dan menyimpan bawaan dari kampus kemudian korban pergi Jalan-jalan hendak ke keluarga, saat korban berjalan kaki dari asrama Yahukimo ke jalan utama Perumnas Tiga dekat perusahaan somel tersebut, tiba-tiba ada sebuah mobil avanza mendekati korban dan memalang, lalu dua anggota intel Polisi Polsek Abepura turun dari mobil dan menodong ke arah korban dengan senyata api bermerek pistol kemudian korban terkejut lalu duduk dan menyerahkan diri namun dua anggota intel langsung menahan korban dan meramas leher lalu di naikan dalam mobil avanza kemudian di bawa ke Polsek Abepura.

Anggota intel yang menahan korban berjumlah empat orang dengan senjata api pistol lengkap.

Setelah korban di tahan di Polsek Abepura korban dicacimaki oleh intel dan anggota Polisi yang bertugas saat itu dan ini kutipan dari kata-kata Polisi “E kapan kamu Papua mau merdeka nanti kami satu kali kasih bom pulau Papua baru kamu orang Papua mati semua baru tahu e”

Kemudian korban menjawab “Bapa- bapa Polisi tolong jelaskan alasan Bapa-bapa Polisi menangkap saya di jalan itu karena apa, saya merasa saya tidak ada masalah dengan Bapa-papa Polisi?”

Namun para Polisi-polisi itu tidak menanggapi apa yang korban sampaikan dan pihak kepolisian menahan korban dari pukul 11: 00 hingga pukul 19.00 waktu West Papua, lalu korban di bebaskan dari Polsek Abepura, Jayapura.

Setelah itu korban pulang ke rumah dan menjelaskan semua kejadian yang di alami oleh korban kepada teman-teman di asrama Yahukimo.

Keluarga dan teman-temannya menceritakan kejadian ini, sehingga kami merasa penting untuk diketahui bersama apa yang dilakukan aparat kepolisian di Papua.

Bersifat laporan warga.
Oleh : Yoka Agus Kossay

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.