Header Ads

ad 1

Pusat “Cuek”, PNS Papua Ingin Kembalikan Otsus Papua

PNS Pemprov Papua menyampaikan dukungan mereka kepada Gubernur Papua yang berencana mengembalikan Otsus ke Pemerintah Pusat – Jubi/Alex
Jayapura, PacePapushare – Solidaritas Pegawai Negeri Sipil (PNS) Provinsi Papua menyatakan mendukung penuh sikap Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, untuk mengembalikan Otonomi Khusus kepada pemerintah Pusat.

Pernyataan sikap dukungan tersebut dilakukan usai pelaksanaan apel pagi di halaman Kantor Gubernur dengan membubuhkan tanda tangan diatas kain putih sepanjang 10 meter.
“Kami mendukung gubernur untuk kembalikan Otsus ke pemerintah pusat,” kata Yesaya Waromi, di Jayapura, Senin (7/3/2016).
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku akan melakukan evaluasi terhadap secara menyeluruh dana Otonomi Khusus pada Rapat Kerja bersama bupati dan wali kota se Papua pada 29 Maret.
“Mereka menyampaikan aspirasi, jadi kita menerima saja to. Yang jelas nanti kami akan melakukan evaluasi pada Raker nanti,” kata Enembe.
Gubernur katakan, evaluasi penggunaan dana Otsus 80 persen di kabupaten/kota akan dievaluasi untuk mengetahui apakah dana yang telah diserahkan ke kabupaten/kota sudah dapat mensejahterahkan orang Papua.
“Kami akan tanya bupati, cukup atau tidak cukup. Apakah dana yang didapat cukup untuk mensejahterahkan masyarakat atau tidak, kita akan tanya,” tandasnya.
Menurut Enembe, kondisi Papua 50 tahun lalu jika dibanding sekarang sudah sangat berbeda seperti masalah pendidikan sudah sangat berubah.
“Jadi semua orang mengerti, bagaiman kondisi di Papua. Masa Aceh mendapat anggaran Otsus Rp7 triliun. Sementara kita di Papua dan Papua Barat mendapat anggaran dana Otsus Rp7 triliun, ini tidak adil,” ucapnya.
Dia menambahkan, alokasi dana Otsus sama, sedangkan tingkat kesulitan antara Papua dengan Aceh sangat berbeda. Sementara dari pusat selalu mempermasalahkan dana Otsus yang telah diberikan kepada Papua selama ini.
“Banyak yang tidak adil, jadi kami cari solusi untuk provinsi Papua namun pemerintah pusat tidak menanggapi,” kata Enembe. (Alexander Loen)

Sumber : tablidjubi.com

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.