Header Ads

ad 1

Benny Giay: Dimana Pak Luhut Panjaitan Bulan Maret 1983?

Pacepapushare - Benny Giay: saya dapat sms dari Bapak Matius Murib, yang rupanya di tunjuk untuk menghubungi para pembela HAM di Papua supaya bisa berdialog dengan Mengkopolhukam, kemarin (28/03/016).
Tidak lama setelah itu, saya dapat sms dari petinggi (ULMWP) yang mempertanyakan posisi pengirim sms tadi." siapa yang angkat dia (si pengirim sms tadi) untuk dia jadi mediator. siapa yang angkat dia heeee"?
Lepas dari siapa yang angkat saudara tadi, saya sebagai tokoh Gereja, ingin saya sampaikan sejumlah hal terkait undangan ini & apa yang kami harap Bapak Menkopolhukam angkat dalam kunjungan ini (kalau pertemuan itu memang terlaksana).
Pertama, sebagai tokoh Gereja kami mohon sedikit respek. artinya memang kalau ada pertemuan begitu, mesti di sampikan secara resmi. undangan resmi, tidak main kucing-kucingan, Apa lagi sms. terlebih kalau yang kirim undangan itu dipertanyakan ULMWP. Karena ada banyak orang Papua yang jadi yudas, menurut para pendukung ULMWP dewasa ini. ada yang menyebut adik (yang penyanyi) Mikhael Jakarimilena sebagai yudas terakhir. ULMWP menyebut kerja adik Jakarilimilena yang sebagai yudas ini mngikuti jejak Nick Meset & Franz Albert Yoku. sebelumnya Jimmy Iji, mantan ketua DPR Prov. Papua Barat. Jadi Bapak pengirim sms, sekarang sudah tau mengapa kami minta surat undangan resmi, untuk cegah segala macam tanggapan.
Kedua, saya usul kalau ada yang nanti ikut pertemuan dengàn Bapak Menkopolhukam kasih tau dia "kami senang bahwa dia akan selesaikan masalah pelanggaran Ham di Papua. Itu luar biasa; tetapi apakah itu betul? atau hanya kata-kata atau janji-janji yang dia sampaikan karena dari Papua dia akan pergi tipu para Menlu atau petinggi negara yang anggota MSG, sebagaimana di lakukan oleh bosnya: jokowi mei tahun 2015 lalu yang pura-pura lepaskan 5 tapol (dengan janji-janji manis akan perhatikan biaya pengobatan, dll.) juga menyatakan wartawan asing boleh masuk ke Papua, setelah itu beliau, yang mulia ke PNG dan lupa janji-janji manis tadi terkubur oleh hiruk pikuk kekerasan yang dorang bikin di Papua.
Ketiga, kami senang bahwa Bapak Menkopolhukam akan selesaikan masalah Papua. Tetapi pelanggaran HAM yang di lakukan NKRI bukan baru terjadi dengan kasus "wasior, atau Wamena (sebagaimana yang di sebutkan Pak Menko) atau Paniai Desember 2014.
Saya kira pelanggaran HAM orang Papua oleh Negara, yakni: kondisi terus diteror atau ketakutan karena terus menerus di kejar-kejar oleh aparat TNI Polri; yang membuat Jemaat-jemaat kami harus lari, angkat panah, atau harus mengungsi ke PNG atau naik perahu kecil lari ke Auatralia dan tiba di sana (sebagaimana yang dilakukan 20 anak muda dalam bulan Januari 2006). atau kisah para mahasiswa Papua di Jakarta. Tadi dalam bulan Maret 1983; mahasiswa Papua: Johanes Rumbiak, Jopy Rumajauw, Otis Simopiaref & Lot Sarakan: yang sejak Januri 1983 merasa seperti hidup di neraka di Jakarta; sehingga terpaksa meminta swaka di Kedubes Belanda di Kuningan Jakarta; kemudian mendapat swaka politik dari Belanda dan tiba di schipol Belanda pada hari Rabu 14 maret 1983.
(Gambar ini adalah orang Papua di pengasingan di Belanda yang berdemo di Den Haag dengan spanduk : Belanda berapa lama lagi kou membisu". demo itu yang di ikuti 200 orang Papua di Belanda itu di adakan tanggal 8 maret 1983.Dok.Benny Giay)
Mengapa angkat masalah ini?. Pelanggaran HAM berat yang harus di selesaikan Pak Menko ialah "semua ideologi Indonesia yang merendahkan Papua; yang merendahkan harkat dan martabat" yang melandasi semua pendekatan atau kebijakan Jakarta terhdap Papua selama ini dengan Politik "penipuan belaka terhadap Papua"; yang masih pegang politik " bicara lain main lain". NKRI harga mati di papua" identik dengan harga mati "pidato lain main lain".
Singkatnya agar kita bisa percaya Pak Menko, Pak Luhut, mungkin kita mulai dengan pertanyaan biasa kepada Pak luhut: Pak Luhut ada dimana dalam bulan maret 1983?. Saat jemaat kami lari mengungsi ke PNG atau ke Belanda seperti Pak Jopy Rumayau dkk. Pak luhut tugas dimana tahun-tuhun itu?. Apakah Pak Menko sudah tahu jemaat kami lari mengungsi karena ketakutan?, (yang menyebabkan jemaat merayakan paskah dalam Tahun-tahun itu, dan Tahun-tahun seterusnya hingga paskah tahun ini) dalam suasana itu.
Kalau Pak Luhut tidak paham, tidak soal, Pertanyaan-pertanyaan ini barangkali narasi kaum terjajah seperti narasi kaum moslem di sumatera tahun 1930an di bawah penjajah Belanda. (Lihat, ulama-ulama oposan sebagaimana yang di gambarkan Pak subhan rd, 2000). Belanda dalam keangkuhannya mencurigai, mengejar dan memata-matai para ulama (Syaikh Haji Rasul, Ustadz Ahmad Hasan, k. h. Anshary, dll) tidak memberi waktu dan ruang kepada para pimpinan umat itu, karena memang posisinya tidak seimbang. Jadi kita kembali pertnyaan tadi, kami harap kalau bisa, tanya Pak Menko : bertugas di mana bulan Januari Maret 1983. apakah ada laporan di Menko tentang kejadian di Papua Tahun-tahun itu, dll. Pertanyaan-pertanyaan ini apabila di bahas secara terbuka barangkali punya dampak positip dari pada Pernyataan-pertanyaan Publik yang wahh, yang tidak di percaya orang Papua (kecuali para yudas tadi). ketiga: kami dapat undangan dari Sekda Prov. Papua: untuk mendengar pemaparan tetang teroris di Papua.
Tolong kasih tau Pak Menko: sampaikan ke dia, kami kira, ini hanya permainan politik Jakarta; barangkali untuk kasih naik pak tito karnavian jadi KAPOLRI, supaya dia jadikan: masyararakat sipil Papua sebagai teroris dalam rangka menghadapi gerakan ULMWP.
Kita semua tahu bahwa usaha ini sudah dilakukan beberapa bulan sebelum Tito Karnavian jadi Kapolda; waktu itu. Sekurang-kurangnya 2 kali pihak keamanan berupaya giring opini di media: KNPB sebagai organisasi teroris.

Sekali waktu dengan mencoba meledakkan bom molotov di dekat kantor KNPB di Wamena. mungkin Pak Menkopolhukan akan bahas ini dalam kepentingannya. Tetapi apakah petemuan itu nanti jadi atau tidak dan apa saja tema yang di bahas supaya pembahasan kebijakan Menkoplhukam tidak penting. kita ajak pak Menko supaya kita mulai dengan dinamika sejarah Papua Jakarta maret 1983; supaya pembahasan tidak emosional" pak luhut (yang hari ini Menkopolhukam) ada di mana saat mahasiswa jadi bulan-bulanan di Jakarta bulan maret 1983?. selamat membahas. (Benny Giay)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.