Header Ads

ad 1

Pastor Jhon: Kecewa Soal Hukum Terhadap Pemerintah

PHOTOS FROM THE PRO MSG RALLIES AND ARRESTS IN WEST PAPUA ON 28TH MAY 
Jakarta, Pacepapushare - John menjelaskan ULMWP pada dasarnya merupakan sebuah wadah yang menyatukan berbagai elemen gerakan pembebasan baik di dalam dan luar negeri. 

"Mereka mencari dukungan dari negara Pasifik Selatan dan sesudah itu bergerak untuk mencari dukungan ke Persatuan Bangsa-Bangsa," kata John menjelaskan.

Terbentuknya ULMWP, ujarnya, pada dasarnya dimulai dari kekecewaan mereka atas janji pemerintah untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM. Namun, hingga kini tidak satupun yang terealisasikan.


Dia mengatakan keinginan pemerintah untuk meredam konflik di Papua, dengan cara pembangunan, tidak akan berhasil seandainya pelanggaran HAM tetap tidak diusut.

Baca Juga PastorJohn: Soal Papua, Pemerintah Tak Bisa Terus Menyangkal


"Jadi, menurut saya tidak mungkin meredam yang ada di Papua karena sampai saat ini persoalan pelanggaran HAM, ketidakadilan dan kekerasan di Papua masih non stop terjadi," ujarnya.

Kasus-kasus yang menanti diusut, ujarnya, misalnya dalah kasus di Timika, Wamena, Sorong atau Manokwari. Padahal, saat Presiden Jokowi datang ke Papua, ujarnya, pernah berjanji untuk menegakkan HAM.

Selain persoalan HAM, dia menilai jika pemerintah benar-benar ingin menyentuh hati warga Papua, pemerintah sebaiknya lebih memfokuskan diri pada persoalan pelayanan kesehatan dan pendidikan alih-alih menargetkan pembangunan fisik semata-mata.

Dia mengatakan banyak orang mati di Papua karena tidak ada obat di beberapa distrik karena ketiadaan Puskesmas.

"Jadi, saya pikir Presiden boleh merencanakan program pembangunan di Papua tapi jangan sampai muncul komentar di warga,'apakah jalan raya lebih penting dari nyawa manusia'," katanya.(bag)


Sumber : www.cnnindonesia.com

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.