Header Ads

ad 1

Gubernur Papua: Dana Otonomi Khusus Tak Bermanfaat bagi Warga

Gubernur Papua, Lukas Enembe (tengah) didampingi Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng (kanan) saat ditemui di Kantor Gubernur Papua, Selasa (17/2/2015).
Jayapura, PacePapushare — Gubernur Papua Lukas Enembe mengklaim, dana otonomi khusus yang diberikan pemerintah pusat tidak bermanfaat untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini disampaikan Lukas dalam pidatonya dalam acara pelantikan kepala daerah untuk enam kabupaten di Aula Sasana Krida, Kota Jayapura, Papua, Rabu (17/2/2016).
Lukas menyebutkan, pihaknya selalu disalahkan pemerintah pusat karena tak optimal dalam pengelolaan dana otonomi khusus (otsus). Akibatnya, banyak pejabat yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Sebenarnya, dana otsus yang diberikan pemerintah pusat hanya bernilai kecil. Di wilayah pegunungan, uang sebesar Rp 100 miliar hanya dapat membuat dua jembatan," kata Lukas.
Mantan Bupati Puncak Jaya itu mengatakan akan menggelar rapat kerja bersama semua kepala daerah di 23 kabupaten kota di Papua untuk mengevaluasi manfaat dana otsus pada bulan Maret.
"Dalam rapat ini, kami akan mengambil keputusan apakah tetap menggunakan dana otsus atau mengembalikannya ke pusat," ujar Lukas.
Menurut Lukas, sesungguhnya Papua dapat maju apabila diberi kesempatan mengelola sumber daya alamnya secara mandiri karena berlimpah.
"Tanpa dana otsus pun, kami masih merasakan manfaat dari kekayaan alam di Papua," katanya.
Sementara itu, Bupati Merauke Frederikus Gebze mengatakan bahwa rencana pembahasan dana otsus dalam rapat kerja bersama semua kepala daerah merupakan ide bagus.
"Dengan adanya pembahasan dan evaluasi, kami dapat mengambil kesimpulan sejauh mana implementasi dana otsus dapat mengakomodasi segala permasalahan di setiap daerah di Papua," kata Frederikus.
Tahun ini, dana otsus yang diterima Pemprov Papua sekitar Rp 5 triliun. Sebesar 80 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk 23 kabupaten dan kota di Papua.
Penulis
: Fabio Maria Lopes Costa
Editor
: Laksono Hari Wiwoho
Sumber : regional.kompas.com

2 komentar:

  1. pengembalian otsus itu kalau memang benar2 mau kembalikan berarti bagus dn sy setuju,kalau hanya gertak pemerintah pusat itu tdk ad alasan pengembalian otsus.pemerintah pusat jgn takut pemerintah papua yg berbagai macam alasan.mau tak mau harus KPK turun pemeriksaan akan agar kedepannya tdk pejabat yg kerjanya asal-asalan.kepentingan Masyarakat harus di utamakan.

    BalasHapus
  2. pengembalian otsus itu kalau memang benar2 mau kembalikan berarti bagus dn sy setuju,kalau hanya gertak pemerintah pusat itu tdk ad alasan pengembalian otsus.pemerintah pusat jgn takut pemerintah papua yg berbagai macam alasan.mau tak mau harus KPK turun pemeriksaan akan agar kedepannya tdk pejabat yg kerjanya asal-asalan.kepentingan Masyarakat harus di utamakan.

    BalasHapus

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.