Header Ads

ad 1

Papua Itu Keras Karena Papua Jenuh Ditindas

Ilustrasi tentara Indonesia
Pacepapushare – Bukanlah hal yang baru ketika tentara Indonesia dikerahkan untuk ‘melindungi’ masyarakat Papua dari sebuah organisasi yang disinyalir bernama Organisasi Papua Merdeka atau yang lebih hangat di media-media Indonesia sebagai OPM.
Munculnya Organisasi Papua Merdeka tersebut awalnya dibangun dengan dasar-dasar yang cukup kuat yaitu dikarenakan adanya pelanggaran HAM yang sudah sangat keterlaluan dan belum juga memiliki solusi hingga saat ini.
Bahkan, diprediksikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat tersebut masih ada dan akan terus terjadi hingga apa yang dinamakan dengan istilah Genocide atau pemusnahan ras tersebut berhasil dilakukan (oleh pemerintah Indonesia).
Siklus kekerasan dan kejahatan yang terjadi di Papua dinilai oleh John NR Gobai, Ketua Dewan Adat Paniyai dan juga anggota SKP HAM Papua, sebagai siklus yang tak akan pernah berakhir.
Kekerasan dan Kejahatan yang terus menerus terjadi dinilai oleh John NR Gobay sebagai salah satu munculnya tekad bagi masyarakat Papua yang (jika kita lihat secara umum) berbeda dengan kaum atau ras Indonesia dimana Papua termasuk dalam ras Melanesia, untuk berdiri sendiri dan terpisah dari tubuh NKRI agar tindak kekerasan tersebut tidak lagi dirasakan.
Penambahan prajurit di wilayah Papua pun dinilai sebagai sebuah alasan yang sudah ‘basi’ yang mana terus dilakukan sejak Papua masuk kedalam tubuh NKRI.
Fakta menunjukan bahwa semua kasus pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua dibiarkan tetap subur hingga berakar kepada generasi-generasi berikutnya hingga saat ini sejak tahun 1969 silam.

Sumber : Suara Papua

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.