Header Ads

ad 1

Dosa Kami Bersaksi Melawan Kami Orang Papua

googe.ist
Yesaya 59:9 “Sebab itu keadilan tetap jauh dari pada kami dan kebenaran tidak sampai kepada kami. Kami menanti-nantikan terang, tetapi hanya kegelapan belaka,
menanti-nantikan cahaya, tetapi kami berjalan dalam kekelaman.”


Kenapa saat ini di papua menghadapi masalah pelanggaran HAM? membunuh masyarakat papua adalah hal yang biasa, dan memperlakukan mereka dengan tidak wajar atau tidak berprikemanusiaan, hukum dijadikan sebagai senjata pembunuh dan memburuh untuk orang papua dengan alasan mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Repuplik Indonesia) perlakuan itu terus berulang mulai saat pepera dengan berbagai jenis operasi militer menyebabkan banyak orang papua yang terbunuh dan terus berlangsung hingga saat ini.

"Sebab itu keadilan tetap jauh dari pada kami dan kebenaran tidak sampai kepada kami" dalam kitab yesaya sehingga kami berjalan terus dalam kekelaman.

Yesaya 59:12 “Sungguh, dosa pemberontakan kami banyak di hadapan-Mu
dan dosa kami bersaksi melawan kami;
sungguh, kami menyadari pemberontakan kami dan kami mengenal kejahatan kami”.


image fb wasior wamena.ist
Namun dibalik itu dosa pemberontakan kami orang papua juga mulai dari pembunuhan terhadap misionaris-misionaris, tentara republik indonesia, warga pendatang perampasan dan pembunuhan, pemerkosahan, dan berbagai bentuk kekerasan yang kami lakukan secara langsung dan tidak langsung mengakibatkan.

"Sungguh, dosa pemberontakan kami banyak di hadapan-Mu dan dosa kami bersaksi melawan kami" dalam kitab yesaya ini jadi orang-orang mati terbunuh oleh orang papua, itu bersaksi di hadapan Tuhan dan melawan kami orang papua mengakibatkan ikatan kuk dosa yang mengikat dan dalam alkitab mengatakan bahwa "upah dosa adalah maut" sehingga kematian, kematian bayi, hewan secara serentak penyakit yang membunuh, kelaparan, dll.

Kami tau kalo membunuh, merampok, dll. itu dosa tapi kami melakukannya, seolah itu menjadi pembahasan terhadap kejahatan orang lain terhadap orang papua, tapi kata Tuhan sendiri "pembalasan itu hak Tuhan sendiri" seharusnya kami berserah dan minta ampun biar Tuhan yang mengadili.

Yesaya 59:13 “kami telah memberontak dan mungkir terhadap TUHAN, dan berbalik dari mengikuti Allah kami, kami merancangkan pemerasan dan penyelewengan, mengandung dusta dalam hati dan melahirkannya dalam kata-kata.”

Saat ini banyak pejuang yang mulai mungkir terhadap Tuhan dan percaya kepada adat istiadat dengan menggunakan kekuatan militer dengan kekerasan dan tidak lagi percaya kepada Tuhan kata mereka ALLAH dan alam dua-dua harus jalan tapi ini bertentangan dengan kebenaran Tuhan di dalam sepuluh hukum yang pertama.

Kata Tuhan sendiri "janganlah ada allah lain dihadapanku karena Aku adalah ALLAH yang cemburu" tapi kita berusaha memersatukan antara gelap dan terang padahal dalam firman Tuhan “gelap dan terang tidak dapat bersatu”.


Maka pemahaman tentang Allah dan alam adalah salah yang ada hanya ALLLAH sendiri yang dapat membebaskan orang papua dari penindasan ini dan membalas terhadap orang bersalah berbuat jahat terhadap kita.Dan alam (adat istiadat dll.) adalah ciptaan TUHAN dan alam tunduk dan takut pada Tuhan tapi malah kita percaya kepada Alam ini sebuah kekeliruan yang besar mengakibatkan kita hidup dalam kuk Dosa.


“Hanya melalui dengan berbalik kepada TUHAN dan memohon ampun maka kebebasan itu akan datang seperti mentari pagi yang bersinar menuju kebebasan dan keadilan untuk kami yang tersisa sebagai sisa peluru”. (PS)

Penulis naska : Adi Daby

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.