Header Ads

ad 1

Tuan Rumah di Negeri sendiri Potret Papua

Suku Yali
PacePapushare - Papua saat ini mengalami perkembangan pesat di bidang ekonomi, sosial, dan kemanusiaan namun itu kata pemerintah dengan populasi penduduk saat ini 3,486 juta jiwa di tahun 2014, dan di tahun ini diperkirakan hampir 1,100 jiwa yang akan
transmigran yang ke papua, 319.036 km² luas namun dengan makin banyak datangnya transmigran masyarakat papua mengakibatkan masyarakat papua terpoyokan dalam berbagai bidang bidang di papua.

Masyarakat papua tidak diajarkan bagaimana cara berbisnis, bagaimana cara bertani, bagaimana cara membudidaya dan lainnya.

Hal ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk mensejakterahkan segenap nusa dan bangsa namun apakah ideologi terwujud, untuk orang papua, cita-cita bangsa itu hanya untuk orang indonesia lain, tapi kami papua TIDAK.

Kami masih bertani untuk bertahan hidup ditanah kami, mencari ikan untuk menafkai keluarga, berjualan pinang di pinggir-pinggir jalan raya masih saja ditindas, diperlakukan tidak manusiawi, tidak adanya keadilan untuk orang papua, kami ditembaki, diburuh dikejar, disiksa, apakah "hukum itu bersifat mengikat" sehingga setiap warga negara memiliki hak serta martabat yang sama di mata hukum, namun kenapa kami dibedahkan, mungkin karena warna kulit dan rambut kita, atau kha kami Orang Melanesia ingin untuk dimusnakan?

Kapan masa dapan terwujud menjadi tuan rumah di negeri sendiri itu terwujud, sedangkah saat ini kami seperti ini,.?

Ber-akibat sumber daya manusia Papua yang kehilangan moral yang suka mabuk-mabukan, ada anak terlantar karena orang tua tidak mampu membiayai anak untuk sekolah, sex bebas mengakibatkan hampi HIV 16051, jiwa, ADIS 10184 jiwa di tahun 2014 dan hampir 90% terinfeksi akibat hubungan sex bebas, dan orang yang terjangkit virus ialah masyarakat usia produktif  sekitar usia (15-45) tahun dan 95% ialah orang asli papua dan masalah lainnya dan pemerintah seolah-olah diam membiarkan itu membunuh orang papua, kemana kha nanti generasi Papua nanti, apakah kami dapat bertahan dan beranak- cucu di negeri kami sendiri?

Potret Gaya Hidup
Penulis naska : Yoel W.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.